Labels

Tampilkan postingan dengan label HARDWARE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARDWARE. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Agustus 2010

Pakai ExpressCard Adapter, USB 3.0 Hadir di Notebook Tua



Ini cara paling gampang untuk mendapatkan koneksi USB 3.0 (SuperSpeed) di notebook lama kamu. Pakai USB 3.0 ExpressCard Adapter. Tinggal dorong masuk ke slot ExpressCard/34 yang sudah ada di kebanyakan notebook, dan koneksi USB 3.0 hadir di notebook kamu.
Adapter seperti itu ditawarkan oleh Transcend. Transcend PNU3 USB3.0 ExpressCard Adapter itu punya dua port yang mendukung USB 3.0 dengan janji koneksi bandwidth mencapai 5Gb/s. Ia juga tetap berfungsi di perangkat dengan konektor USB 2.0/1.1.
Adapter Transcend ini disebutkan kompatibel dengan Windows  7 dan digaransi 2 tahun.

Rabu, 04 Agustus 2010

Motherboard Gigabyte X58A-UD9 Raih Posisi No.1

GIGABYTE TECHNOLOGY Co, Ltd, produsen terkemuka motherboard, kartu grafis dan komputasi solusi perangkat keras, beberapa hari lalu (02/08/2010) tepatnya di Taipei, Taiwan, dengan bangga mengumumkan bahwa motherboard GA-X58A-UD9 telah kembali mencapai tercepat di dunia di skor penilaian 3DMark Vantage di P67148.
Performa GA-X58A-UD9 yang menggunakan memori Corsair Dominator GTX2 dan Profesional Seri Corsair Gold AX1200 pasokan listrik, membuktikan bahwa sistem dirancang menggunakan perangkat keras dan dapat memberikan hasil kinerja yang benar-benar mengesankan.
“Kami telah dirancang dan direkayasa setiap aspek-UD9 GA-X58A untuk menjadi yang pertama di kelasnya, tidak hanya dalam hal fitur, tetapi juga dalam hal potensi kinerjanya. Kami berharap rekor ini dapat melihat cacatan kinerja dari GA-X58A-UD9 dengan memori Corsair yang high-end,” komentar Richard Chen, Wakil Presiden R & D, Motherboard Bisnis Unit, GIGABYTE Technology Co, Ltd.
Berikut ini adalah cacatan terbaru GIGABTYE motherboard GA-X58A-UD9, yang mampu menembus posisi No.1 di sebuah website Futuremark ORB.


Selain itu, Jogn Beekley, VP Pemasaran Teknis di Corsair juga menambahkan, “Butuh kesabaran, keterampilan luar biasa untuk merekayasa komponen tersebut agar dapat mencetak rekor dunia yang sempurna.”

Rabu, 09 Desember 2009

USB Finger Vein Reader, Canggih dan Keren



Sony dikenal sebagai di bidang teknologi. Kali ini, Sony memperkenalkan sebuah USB finger vein reader (FVA-U1). Apa fungsi alat ini? Sony USB finger vein reader adalah sebuah security device yang menggunakan metode biometric baru hasil pengembangan Sony, mofiria, yang akan memindai data unik pada pembuluh darah Anda untuk digunakan sebagai kode verifikasi akses data dalam sebuah sistem komputer atau device lainnya. Sony USB finger vein reader yang akan mulai dipasarkan menjelang akhir Desember 2009 ini, diklaim sebagai USB finger vein reader paling kecil dan ringan di dunia.

Beberapa waktu yang lalu, Hitachi sempat memperkenalkan metode biometric finger vein reader . Tidak lama berselang, Sony kembali mempopulerkan metode ini (Sony menyebutnya sebagai mofiria) dengan menggunakan CMOS sensor yang akan memindai pembuluh darah menggunakan pancaran sinar. Pembuluh darah pada jari memiliki karakteristik yang unik dan tidak akan berubah sepanjang hidup Anda. Metode mofiria diklaim hanya membutuhkan waktu pindai 0,015 detik pada PC dan 0,25 detik pada mobile phone.

Cepat dan praktis. Tampaknya dua poin inilah yang menjadi keunggulan produk ini. Kini, dengan bantuan Sony FVA-U1, Anda dapat melindungi koleksi album Lady Gaga dan kumpulan foto bersama teman kuliah pada PC Anda; memastikan tidak ada seorang pun yang bisa mengaksesnya. Sayangnya, hingga saat ini, belum bisa dipastikan berapa harga retail FVA-U1 dan apakah produk ini akan dipasarkan di Indonesia.

Senin, 23 November 2009

Ruckuss Wireless Luncurkan Solusi WI-Fi Murah

Ruckuss Wireless hari ini memperkenalkan solusi akses broadband nirkabel yang ditujukkan untuk kalangan entrepreneur atau bagi kalangan pengusaha yang baru akan memulai jasa layanan Internet. Solusi tersebut cocok bagi startup karena solusi yang ditawarkan diklaim lebih murah dari merek produk akses broadband nirkabel lainnya. Hari ini Ruckuss memperkenalkan sebuah produk Wireless Backhaul yang disebut ZoneFlex 7731.

ZoneFlex 7731 dapat memberikan jangkauan signal hingga 20 Km dengan besar data hingga 40 Mbps. ZoneFlex 7731 memiliki rating IP-65 dan dapat beroperasi pada suhu -40 derajat Celcius hingga 65 derajat Celcius. Produk ini telah menggunakan antena yang mampu menghasilkan gain 15dBi dengan lebar berkas sinyal 30 derajat untuk penentuan posisi dan arah bidikan yang diklaim lebih mudah. ZoneFlex dijual dengan harga per pasang sebesar USD2.398.

Saat ini, para pecinta dunia TI Indonesia sudah mulai tidak sabar untuk segera mencoba teknologi WiMax. Memang saat ini, pemerintah sedang menggodok masalah perizinan WiMax. Melalui ZoneFlex 7731, Ruckuss Wireless mencoba menawarkan solusi yang lebih murah.

Pada presentasi mengenai produk terbaru tersebut, Bart Burstein, Vice President Product Management Ruckuss Wireless, memaparkan data-data yang cukup menarik. Dia menunjukkan data berapa banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan apabila mereka ingin mengerjakan proyek WiMax. Ternyata biaya yang dikeluarkan sebuah perusahaan untuk membuat sebuah antena WiMax jauh lebih besar dibandingkan mengerjakan sebuah antena WiFi. Kualitas koneksinya pun tidak terlalu berbeda.

Solusi yang ditawarkan oleh Ruckuss juga meliputi mesh (jarring-jaring) access point luar ruangan dan Customer Premise Equipment (peralatan yang dipasang di lokasi pengguna). Ruckuss juga telah menggunakan teknologi 802.11n (draft WiFi yang baru dipatenkan sekitar 2 bulan lalu) pada produknya.

Bagaimana menurut Anda, apakah WiFi akan terus bertahan dari gempuran WiMax yang akan segera berjalan di Indonesia? Mari kita tunggu saja berita-berita selanjutnya.